Jumat, 20 September 2013

HIKMAH ISRA DAN MI’RAJ



1. HIKMAH ISRA DAN MI’RAJ

       
            pada dasarnya kita manusia ini  dalam tiga dimensi waktu yaitu masa lalu masa sekarang dan masa yang akan datang. Masa katanya adalah kenangan (Memory) masa sekarang adalah kenyataan dan masa yang akan datang adalah merupakan impian, khayalan, ataupun cita-cita.
            Jadi orang yang baik adalah orang yang bandai mengambil belajaran masa lalu untuk menentukan sikap hidup pada hari sekaligus merencanakan hari yang akan datang, sehingga hari ini harus lebih baik dari pada  hari kemarin, dan hari esok harus  lebih baik dari hari kemarin ini . Maka dalam konteksnya itulah pada pertemuan kali ini kita akan membicarakan hikmah dari pada Israh dan Mi’raj, Isra dan Mi,raj  adalah adalah satu peristiwa yang tidak kehilangan relevansi untuk kita jadikan  sebagai  Ibrah di  awal  abad ke – 21 ini.
            Nah kalau kita perhatikan  hampir setiap dalam kalender islam sesungguhnya mempunyai nilai sejarah dan kalau kita membicarakan bulan Muharam kita akan diingatkan oleh peristiwa Hijrah, dan kalau  kita bicarakan  bulan Ramadhon kita di ingatkan peristiwa Nuzulul Qur’an atau turunnya Al-qur’an, dan kalau  bicarakan bulan syawal kita juga akan peringatkan  Idul Fitri dan kalau kita bicarakan  Rabiul Awal  lahirnya junjungan kita, banutankita dan tiba pada saat nya membicarakan bulan Rajab kita diajak sekaligus mengembara ke Maha Besaran Allah bersama dengan peristiwa Isra dan Mi’raj.
            Sebagai kita maklumi,  bersama, Al-qur’an bahwa memang bukan kitab sejarah , akan tetapi  Al-qur’an banyak menceriterakan peristiwa – persitiwa bersejarah  dan kalau kita telaah gaya bahasa  yang dipergunakan  Al-qur’an untuk menceritakan peristiwa  bersejarah itupun berbeda-beda antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lainnya.
Sebagai  yang kita baca di awal-awal  surat Al-Isra  dari ayat yang bertama yang berikut :
ﺺﻘﻻﺍﺪﺠﺴﻤﻠﺍﻠﺍﻢﺍﺮﺤﻟﺍﺪﺠﺴﻤﻟﺍﻦﻤﻼﻴﻟﻪﺪﺒﻬﺒﻰﺮﺳﺍﻰﺰﻟﺍﻦﺎﺣﺑﺴ
Artinya :  Maha suci  Allah yang telah memperjalankan Hamba nya dari Mesjidil Haram  di Mekkah menuju ke Mesjidil Al-Aqsoh di Palestin..    
Marilah kita coba dekati ayat ini dengan berkalimat untuk memudahkan pengertian  dalam memahami  peristiwa Isra dan Mi’raj . Ayat di mulai  dengan  kalimatnya kalimat tasbih        ﻲﺰﻟﺍﻦﺎﺣﺑ  ini yang disebut kalimat tasbih. Di dalam ilmu balagho kalimat disebut kalimat  Ijaz yaitu   kalimat yang isi dan redaksi   ringkas akan tetapi isinya padat disitu tersirat  kalimat ﺔﻠﻼﺠﻟﺍﺾﻓﻠ sehingga asli dari kalimat ini  ﻲﺰﻟﺍ ﷲﺍﻦﺎﺣﺑﺳ        ini  yang dimaksud dengan kalimat tasbih. Peristiwa-perisriwa persejarah yang dicerita dalam  Al-qur’an akan tetapi jarang diawali dengan kalimat tasbih sebagaimana Allah SWT memceritakan  Nabi Adam AS. Akan tetapi tidak diawali dengan kalimat tasbih, pun  Al-qur’an menceritakan  Fir’aun serta bala tentaranya di tenggelamkan di lautan merah ini peristiiwa yang maha hebat tetapi tidak diawali dengan kalimat tasbih. Bila menceritakan kondisi dari umat - umat yang terdahulu , seperti  Al-qur’an  umatnya Sholeh, umat Hud dan Nuh dan lain sebagainya yang landa banjir gembabumi ditiup angin Taufan dan lain-lainnya tetapi jarang diawali dengan kalimat tasbih. Saudara – saudara di diawal Muqqohdimah sudah saya sampaikan bahwa pada pertemuan ini kita akan membicarakan Hikmah dari Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Lalu apa Hikmah yang kita ambil  kalimat tasbih  saudara di dalam ajaran agama kita ibadah itu bermacam-macam ada ibadah yang berat perlu modal besar ibadah ini orang yang melaksanakannya ibadag haji butuh modal yang besar. Membangun mesjid perlu biaya besar umumnya menurut ekonomi  bangsa kita ini badah yang berat perlu modal besar. Lalu  ada ibadah berat   tapi modalnya ringan.  Puasa, puasa itu kan berat  bukan memahan haus dan laparnya yang berat akan tetapi  esensi puasa itu sendiri  yakni kemampuan  untuk mengendalikan  diri  ya kita ini kadang – kadang puasa kita ini sedang berpuasa  lapar bisa ditahan tapi kadang-kadang nomongi orang lain tidak bisa terkontrol lagi, dari esesnsi  puasa nebgendalikan  nafsu. Ibadah yang berat tapi modalnya ringan , modal yang paling utama  adalah niat. Ini ibadah yang berat modalnya ringan. Lalu ada ibadah yang ringan modalnya juga ringan apa itu ? agama kita menyebutnya kalimatuh Thoyyibah ucapan – ucapan yang baik  yang banyak diajarkan dalam kehidupan kita seperti  bertemu teman

Memulai suatu bekerjaan   Melihat sesuatu heboh              melihat suatu yang lua biasa                                          terkena musibah
Ini ibadah yang ringan modalnya ringan. Wong orang tidak wudhu membaca istiqfar, orang punya udhu membaca sholawat boleh membiasakan ucapan – ucapan yang  baik yang  banyak dianjurkan agama di dalam kehidupan .  ini hikmah yang kita ambil dari kalimatuh Thoyyibah tasbih.
            Lalu selanjutnya                                                  Maha suci Allah yang telah memperjalankan. Akan segera nampak  dari ayat ini saudara  bahwa yang aktif  dalam peristiwa  Isra dan Mi’raj adalah Allah Nabi  Pasif  Allah memperjalankan nabi yang dijalani       ! tentu saja beliau dijalankan lalu terima beres namanya juga  di jalan dijalanin. Oleh karena itu tidak heran Baginda Rasul berangkat dari Masidil Haram di Mekkah  menuju ke Mesjidil  Aqsoh di Palestin, dari Mesjidil Aqsoh di Palestin naik sampai  langit pertama sampai ketujuh sampai Rof Ruobol Absor sampai dibawah arsy menerima perintah sholat melakukan kunjungan kesurga dan nereka kemudian kembali lagi alam dunia tidak memakan waktu lebih dari sepertiga malam koh bisa ya ? kalimat Isra Allah yang menjalankan kan Nabi yang di jalani orang kalau dijalani sudag barang tentu  terima beres nama juga dijalanin. Andaikan Baginda Rasul perjalan sendiri ya ! jelas to beliau tidak sangkup menempuh perjalanan yang demikian jauh dalam waktu yang relatif singat.
 Oleh karena   logika didalam memahaminya bukan menggunakan logika intelektualitas manusia  akan tetapi bagailah logika kemahakuasaan  Allah SWT.
            Contoh kecil saja pada suatu hari  saya berangkat ke lombok tengah  dari Pancor jam 9 saya bukan lemari  kemudian saya ambil baju kemudian saya pakai, saya ngak tahu bahwa di dalam kontong saku ada semut, berangkatlah saya kelombok Tengah jam 10 setengah sebelas selurus urusan saya kembali lagi   ke Pancor  jam 12. Kemudian baju saya buka taruh lagi tempat semula  si sang semut  keluar dari kantong saku lalu cerita kepada teman-teman ! saudara – saudara  sebangat semut percayalah saya baru dari Lombok Tengah  kata si temannya jam berapa enteh jam 9 lalu setengah 12 sudah lagi disini ? temannya yang berpikir menurut logika semut mana mungkin percaya mesti berkata mana mungkin mut badanmu begitu kecil langkah pun  begitu lambat masa dari  Pancor kelombok cuma 2 jam dalam perjalanan ? temannya tidak percaya bahwa si semut perjalan sendiri akan tetapi menenpeng kantong saku saya.
            Dahulu juga begitu Abu Lahab, Abu  Jahil  serta abu – abu yang lainnya tidak percaya bahwa memahami peristiwa dengan memggunakan logika intelektualitas manusia ! ya terang saja tidak percaya.  Peristiwa ini sungguh sangat tidak bisa dicernakan logika intelektualitas manusia  padahal kalau kita mau merenunggi sayat nya  tidak terlalu sulit untuk memahami akan peristiwa Isra dan mi’raj. Bahwa peristiwa Isra dan Mi’raj ini adalah kehendak Allah bukan kehendak nabi, Allah yang mau  bukan Baginda Rasul yang mau.
            Selanjutnya  kalimat                                        Maha suci Allah yang telah  memperjalankan Hambahnya.Kenapa si Allah  tidak menggunakan  kalimat langsung misalnya Allah bilang           
Maha suci  Allah yang telah memperjalankan  pegitu saja ? Kenapa Allah   tidak memggunakan  kalimat langsun seperti itu ?
            Nah dalam kata-kata                                        ini kita ambil dua data :
1. Data bertama kalimat ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad  Isra Mi’raj dengan Roh dan jasad. Sebab kalau orang  dipanggil kalau punya roh dan jasad, jasad tanpa roh namanya mayat. Roh tanpa  jasad bukan tayangan mungkin juga gocong. Oleh karena itu kalimat                                         ini sudah menjadi  jawaban Isra dan Mi’raj bahwa terjadi dengan roh dan jasad dalam badan.
2. Nabi Muhammad itu oleh Allah betul-betul  telah diakui sebagai hambanya sehingga dipanggil  hamba dalam ayat, mungkin disini saudara bertanya  koh cuma urusan begitu saja sudah diakui sebagai  hamba Allah ! apa kita ini bukan hamba Allah ? Ya ! tentu saja kita ini hamba Allah kata siap kata namanya ngaku kalau orang mengaku sebagai  hamba ya boleh-boleh saja  rapi apak diakui atau tidak itu yang menjadi masalah, saya bisa berkata bahwa saya kenal presiden  yang menjadi masalah apakah presiden juga mengenal saya atau tidak atau dengan kata lain  kalau kata – kata hamba Allah  yang keluar dari mulut manusia itu murah ? murah bagaimana ? itu sebagai pengakuan  tapi kalimat yang keluar dari Allah itu mahal. Maksudnya beberapa  banyak orang yang mengaku saya sebagai  hamba Allah akan tetapi perbuatan membuktikan  bahwa dia hamba dunia, hamba nafsu budak pangkat jabatan dan sebagainya.. tidak sesuai dengan berkataan dan perbuatan.
      Nah dalam kalimat  ini kita ambil hikmah sekali kita menghambakan kepada Allah jangan menghambakan kepada yang selain Allah, sebab kalimat sahadat yang kita ucapkan ini mepunyai konsekwensi kalau  kita berucap :

Saya bersaksi tiada tuhan  lain selain Allah SWT. ini berarti saya tidak akan menembah kecuali hanya kepada Allah, saya tidak akan pernah takut kecuali hanya kepada Allah, saya tidak akan pernah minta kecuali hanya kepada Allah, saya tidak akan menyembah  Tuhan lain kecuali hanya kepada Allah SWT. konsekwensi yang logis tidak sekedar kita ? sekali kita menjadi hamba Allah jangan menghambakan yang selain Allah.
            Adapun Nabi sebelum dipanggil                       dalam ayat ini kita baca dari sejarah tahun-tahun dipanggil                           . tahun Amul Kuzni dalam sejarah itu tahun duka cita beliau ditinggal oleh paman Tercinta Abu Thalib setelah paman istri tercinta Siti Khadijah. Wafatnya kedua pelindung Nabi ini, nilah yeng menyebabkan gangguan dari kafir Qurasyi semakin dari hari kehari Nabi dicaci maki, dihina dicomohkan bahwkan ancam hendak akan dibunuh lulus beliau  menghadapi demikian itu sehingga  panggilan                                        seolah-olah Allah berkata oh Nabi Muhammad itu betul - betul hambaku dia tidak pernah tergeser dari nili    kehambahan kepadaku.
            Nah dalam aya                                                ini  kita paham bahwa Isra merupakan perjalanan Nabi dari Masjil  Haram di Mekkah menuju ke Mesjil Aqso di Palestin. Miraj adalah merupakan perjalanan Nabi dai Mesjidil Aqsoh di Palestin kemudian naik menghadapi kehadirat Allah semata-mata peristiwa ini terjadi menurut apa maunya Allah. Lalu kemudian apa tujuan dari pada  Isra dan Miraj  itu yang pada hakekatnya hanya Allah yang maha Tahu tapi dipenghujung ayat kita akan menemukan  kalimat yang mengatakan                                                                                                            Seluruh  perjalanan  yang ajaib yang semenjak berangkat sampai kembali hanya                                                                                   Untuk kami perlihatkan kepada Nabi Muhammad  iru sebagian kecil  dari tanda – tanda kebesaranku untuk disampaikan kepada umatnya sekaligus merupakan bahan intropeksi di dalam menjalani kehidupan  ini. Seluruh perjalanan yang dilihat  oleh Baginda Rasul, seluruh pemandangan yang ditemu dalam perjalanan itu merupakan sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaran Allah itu merupakan tamsil, contoh belajaran buat kira yang hidup zaman sekarang ini.
            Misalnya di dalam perjalanan  Baginda Rasul melihat  ada yang mencakar-cakr mukua dengan kukuhnya, kemudian  beliau pertanya ? Zibril iru macam apa ! Zibril yang pada waktu pertugas sebagai bodijas itu contoh.  dari ummat Muhammad orang-orang yang suka menjelek – jelekan  saudaranya sendiri, sesama muslim  adalah bersaudara seperti satu tubuh jikalau yyang  satu sakit otomatis yang lainnya ikut merasakan sakit. Jikalau yang satu terinjak  yang lain akan ikut merasakan sakitnya. Ibu jari tersandung batu mutup akan berkata aduh, air mata pun akan ikut membasahi pipi kepala pun ikut pusing dan itu tanpa menunggu undangan. Sehingga orang  menjelek-menjelekan saudaranya sendiri. Ibu kata pepatah mengatakan : menyebuk air di dulang terbersik kemuka sendiri.
Kalau beliau melihat juga ada orang yang dipotong lidahnya, kata Malaikat Zibril  itu umatmu orang-orang yang suka mengumbat kepada pembuat fitnah, tukang piking gosib menjelek-jelekan orang lain maka lidah mereka  akan dipotong  sedemikian rubah. Kemudian ditempat lain beliau juga di dalam perjalanan  ada orang yang memikul kayu yang dudah cukup berat renget-renget yang membawa beban yang sungguh berat, tapi aneh nya malah  sudah  cukup berat bukan dikurangi  namun ditambahi makin berat  makin ditambah sampai Nabi  heran kemudian lalu bertanya apa lagi  ini  ! Zibril  hai Muhammad itu tamsil dari umat  orang-orang yang sudah dipercaya untuk memikul amanat’ akan tetapi amanat itu belum disampaikan  sudah menrima jabatan lain yang pada akhirnya bertumbuk- tumbuk dipundaknya amanat-amanat yang harus  disampaikan. Orang yang banyak jabatan akan tetapi kemudian  tidak mampu melakasanakan  tugas. Orang yang dalam menerima  suatu pekerjaan  tidak pernah mengukur batas kemampuan yang dimilikinya.
Kemudian apa tujuan dari pada isra dan miraj itu disamping memperlihatkan sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaran Allah. Disamping menerima perintah Sholat. Saudara ? dari segi menerima saja sudah istimewah sekali coba kita lihat Allah perintahkan kita puasa cuku turun ayat.
                                                                   Hai orang – orang beriman diwajikan kamu berpuasa Allah perintahkan orang – orang yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji  cukup turun ayat
Allah perintah kita untuk berbakti kepada orang tua  cukup turun ayat, Allah perintah  kita tunaikan zakat cuku turun ayat
            Tetapi kalau kita sholat tidak cuma turun ayat akan tetapi Nabinya yang langsung dibannggil, dari sini sudah istimewah. Benar kalau kata Nabi  :
Kedudukan sholat di dalam   dalam  agama sama dengan kedudukan  kepala dalam anggota badan  manusia .
            Saya yakin dan percaya bahwa manusia tidak punya tangan barangkali masih bisa hidup, bahwa manusia tidak punyai sebelah telingga barangkali masih bisa hidup, ya kalau manusia tidak punya sebelah kaki barang masih bisa hidup. Tetapi jikalau  manusia tidak punya kepala  umpama masih bisa hidup ini barangkali tuleng dia keturunan buntilanak kali ?. pegitulah kedudukan sholat di dalam agama. Pelapa penting sholat sampai Allah memanggil Baginda Rasullullah Shollahu Alaiwasam.
            Apa si perlunya sholat tidak untuk mengembirakan Allah  se-Lombok tidak ada yang mau sholat  Allah tidak akan turun dari jabatan Tuhan koh ! jangan lagi kalau kita  berpikir  ho  barangkali  di  pancor ini  tidak  ada yang sholat  Allah rugi ? Tak usahlah di Pancor ini seisi dunia  tidak ada yang mau sholat  Allah tetapi Allah. Sebab dia menjadi Allah tidak  adan ketergantungnya kepada makhluk yang bernama manusia ini, dia tidak pernah mengambil manfaat dari manusia dari perbuatan  manusia . sholat yang diperintahkan  kepada kita umat manusia  ini yang manfaatnya  bukan untuk Allah, akan tetapi kembali  kepada yang mendirikan sholat itu.
Apa si manfaat  sholat di dalam kehidupan  ini untuk menjawab  manfaatnya sholat  ? coba kita lihat aya yang diperintahkan kepada oleh Allah selalu di mulai dengan  :     
                      bukan    :                                                       mesti                                                             mendirikan  sholat bukan mengerjakan sholat. Apa artinya mengerjakan  Pak ? kalau mendirikan  sholat artinya mengerjakan sholat dengan baik menurut syaratnya. Kalau soal mengerjakan  ya asal sekedar gugur kewajiban. Kadang – kadang keluar sholat jum’at nukar sandal yang tukang khotib berpesan saudara-saudara ambil yang baik tinggalkan yang buruk. Lalu keluar langsung praktek “pergi pakai samdal jebit pulang pakai sandal berkulit” . orang itu dapat di lihat  sekedar memngerjakan sholat  tapi belum mendirikan sholat. Apa pengertian mendirikan sholat  yang artinya mengerjakan sholat dengan baik menurut syarat dan rukunnya, setelah sholat ajaran sholat diterjemahkan  diluar sholat itu yang artinya mendirikan sholat. Jadi ada istimror kontinyutas kesenambungan  karang orang sekarang . pada wasktu dia mengerjakan sholat kelihatan khususnya setelah sholat kembali ketempat tugas , kembali kemasyarakat ajaran sholat diterjemahkan  dalam kehidupan  sehari-hari baik pribadi bermasyarakat sampai kehidupan berbangsa dan bernegara. Nah saudara ? apa ajaran sholat yang harus diterjemahkan  di dalam kehidupan yang artinya merupakan manfat dari pada sholat :
1.      Sholat mengajarkan  kepada yaitu salah satu sifat yang disebut  Atawadu renda hari, rendah hati bagaimana  anggota badan yang paling kita hormati  adalah  kepala . di dalam pergaulan kita  sering bergurau dengan teman tangan kita dibukul  senyum kita, punggung kita kita ditebuk masih senyum kita tetapi kalau kepala kita dibukul  marah kita. Tapi kalau kepala yang pegini kita hormati  manakalah sujud dihadapan Allah sama rendahnya  dengan  telabak kaki kita. Sebab almukkarum kedudukan dikepala. Allah  Akbar setelah sholat kembali ketengah-tengah masyarakat sifat sombongnya hilang ini saya maksud mendirikan sholat. Sebab dia tahu orang yang sombong itu Allah tidak senang Ilblis di usir dari surga itu  kan sombong, cuma sombong saja diusir dari surga  disuruh sujud kepada Nabi Adam tidak mau kata Allah kenapa kamu tidak mau kan perintah ku kata Allah ! dengan lantang dia menjawab wahai Allah saya kan diciptakan dari Api sedangkan Adam diciptakan dari tanah unsur api lebih mulia dari pada tanah masa saya harus sujud kepada nabi  Adam yang baru kemarin gengsih  ah ? kata Allah kau sombong Iblis surga bukan  buat orang somboh sepertim u iblis keluar, keluar iblis di usir dari surga. Jadi sudah disurga  saja diusir  apa tah lagi kita yang masih  dunia fana ini. Dalam segela bentuk hendaknya jangan sombong sebab sombong Allah tidak senang. “ Tidak mentang – mentang jadi kiyai ustadz punya ilmu  agama tepuk-tepuking dada  neh saya satu-satunya ustadz  disini semua  orang mesti ngaji  sama saya kalau tidak ngaji    sama Islam kurang tapi sah. Sombong harta juga demikian Allah tidak senang, sombong kedudukan pangkat dan jabatan juga Allah tidak senang jadi wajar-wajar sajalah di dalam kita menjalani khidupan ini. Orang Tawadu sadar akan kedudukannya  di dalam Allah SWT. Malah sebaliknya bisa kita bisa lihat di dalam kehidupan. Kekuasaan tambah sikap tawadu yang biasaanya akan melahirkan fir’aun - fir’aun gaya  zaman sekarang, kekayaan tambah sikap tawadu biasanya akan muncul qorun-qorun di zaman kita sekarang. Kecantikan  tambah sikap  tawadu biasanya akan mendatang bencana di dalam kehidupan . ini bisa kita baca dalam sejarah perjalan peradaban manusia. Kalau kekuasaanya yang lepas dari sikap Tawadu, terlepas dari 17, kekuasaan yang tidak berakar pada sikap tawadu rendah hati ini akan melahirkan fir’aun – fir’aun gaya baru. Sedangkan fir’aun adalah cocok dari fikur  di mana kekuasaanya terlepas  dari kontrol Iman, kekuasaannya terlepas dari 17 rakat dan pribadi fir’aun selalu berkembang tiap zaman dan tiap negara. Ditiap negara ada fir’aunnya dalam arti untuk mewarisi sikap dan watak dari fir’aunisme itu tadi. Ditiap negara  ada fir’aunnya katakanlah kalau di Mesir fir’aunnya adalah Ranses Parau Ranses, di Uni Soviet Fir’aunnya adalah  Stalin barangkali, diJerman Adolf Hitler barangkali di Italia Fir’aunnya adalah Penentu Musalini barang kali dan Filipina  Frenandina Marcusbarangkali. Di Indonesia tidak ada Fir’aunnya. Ini adalah cocok dari figur dimana kekuasaan terlepas dari sikap tawadhu dan membuat manusia  bisa lupa diri dan lupa daratan. Ini bisa kita bayangkan kalau kekuasaan jatuh kepada para pelaksana pembangunan  yang tidak Tawadhu akan tidak kesewenangan – wenangan sikap so mau benar sendiri keras kepala   tidak mendenganrkan pendapat orang  lain neyaris apa katanya itulah hukum. Nah kalau sudah pegitu kejadiannya maka lahirlah fir’aun-fir’aun kaya baru. Pegitu kekayaan tanpa  sikap tawadhu akan melahirkan qorun-qorun dizaman sekarang. Saudara tentu tahu qorun adalah orang terkaya  dizaman bahulah dizaman bani Isral sampai kunci gudangnya saja diangkat oleh untuk entah beberapa banyak isi gudangnya sehingga ketiga orang pada tanya : dari mana  harta kau dapatkan  sedemikian banyak dia  menjawab hartaku adalah usaha ku tidak hubungan dengan  dengan tuhan  ataupun hantu. Ini jawaban dari orang kaya tidak lagi dikontrol 0leh 17 rakat. Ia merasa bahwa harta hasil jujuran keringatnya sendiri dan memang benar tapi dia menyampingkan Allah dan tidak mensyukur nikmat yang diberikan kepadanya. Tidak menyadari bahwa harta adalah suatu titipan Al Mahal Jilzailun kata Iman Ghajali harta adalah bagaikan bayangkan, kalau di bagi hari dia berada disebelah barat, dan di sian hari dia berada  ditengah-tengahkita apabila sore hari dia berada disebelat timur. Begitulah kekayaan ini ibarat roda berputar sili perganti suatu saat dia naik keatas dan suatu saat dia akan turun kebawah. Tidak selama orang itu kaya dan selamanya dia pandai pintar dan sebagainya.
2.      17 Rakat yang telah diajarkan bagaimana seorang muslim mengatur waktu. Disiplin karena pendekatan yang rutun kepada yang Serba Maha.ini efeknya merasakan kehadiran Allah dekat dalam hidupnya ini sudah bersumber dari segala disiplin. Tidak sejengkal tanahpun kita melarikan penlewengan kenapa karena dia merasakan kehadiran Alla dekat dalam hidupnya.
Konon ada seorang ulama Sufi yang mempunyai empat puluh murid diantara  empat murid itu salah satu yang paling disayang ketimbang yang lain. Ini tentu akan menimbulkan tanda tanya  di kalangan murid yang lainnya.
Protes guru 40 murid tuan guru kenapa yang kelihatan yang satu yang mendapat prilaku yang istimewah guru tidak adil ? Kamu mau tahu tentu ! baik besok bagi-bagi kamu kumpul disini. Besok bagi – bagi ke 40 murid ini termasuk murid yang mendapat prilaku yang istimewah tiap-tiap murid diberikan sebilah pisau seekor burung, lalu gurunya berpesan kepada murid-murid masing-masing kamu berteparanglah  cari tempat yang lain untuk menyembeli burung ini dengan pisau ini. Baik !Nepatlag si murid-murid ada yang masuk kepinggiran pantai lihat kiri kanan kira-kira tidak ada yang melihat potong , ada yang ke padan ilalang nengkok kiri kanan tidak ada yang melihat potong ada lagi yang masuk ke gua-gua  kira-kira aman sikat lalu ada nai ke puncak gunung yang tinggi, dalam dasar bumi, diangkasa luar kira-kira aman tak lama mereka berkumpul kembali lagi  Tuan guru  pertanya kamu sudah sembeli  burung sudah itu sudah guru.
Kecuali yang satu yang mendapatkan perilaku yang istimewah  maaf kan saya guru ? saya yang burung  belum  sembeli guru , tadi guru  berpesan bahwa burunya harus disembeli di tempat yang kira-kira tidak ada yang melihat guru, tapi saya cari tempat itu guru ?   tapi dimana saya pergi kemana saya berada dibinggir pantai, dipadan ilalang di gua dipuncak gunung  tinggi dipedalaman dasar bumi, dipelantaraan samudara, diangkasa luar entoh  Allah tetapi melihat saya sang lalu bilang kepada murid-murid yang lain, nah mungkin  kalian  bisa paham  mengapa dia mendapat perilaku yang istimewah karena dia mempunyai disiplin, karena merasakan kehadiran Allah dekat dalam hidupnya. Bukan disiplin kucing namanya juga kucing nongkrong kita disitu dekat piring. Begitu kita tidak ada kucing kelihatan sifat aslinya. Selama yang mengawas itu masing ada apa tah lagi , apa lagi kalau yang ngawasi sama seperti tutup pintu tapi buka jendela. Saudara  oleh karena  sumber pengawasan yang paling utama disiplin yang murni sesungguh adalah mana kala seseorang apabila sudah merasakan kehadiran Allah dekat dalam hidupnya . dan itu bisa kita peroleh lewat 5 waktu yang terdiri dari 17 rakat itu dengan pendekatan yang ruting kepada Allah SWT. Menbentuk manusia tidak mau melakukan penyelengan.
Kenapa bukan karena  ada tim pengawas bukan karena ada yang diamati oleh mertuanya tidak , bukan karena ada tukan bukul yang kumisnya sebesar mis ini . karena ada polisi yang matang melotot kaya maling tidak ? oleh karena disiplin itu timbul karena merasakan kehadian Allah dekat dalam hidupnya, ini bukan merupakan domir nurani pegitulah 17 rakat membentuk manusia yang disiplin.
3.      17 rakat yang membentuk manusia ikhlas terjemahan di dalam era pembangunan ini apa perbuat tanpa bamrih tentu pemerintah merangsangan untuk upaya perlombna dan berprestasi.
Mereka yang berhasil melestarikan lingkungan hidup dapatlah  itu para samiah purna anugrah katanya boleh-boleh saja nou problem sekedar perangsang  pada titik awal kemauan perbuat harus dilandasi dengan perasan bahwa ini memang tugasnya keikhlasan jiwa yang dibentuk oleh 17 rokaat asalnya perbuatan tampa pamrih,ada tanda atau tidak ada penghargaan atau itu tidak menjadi  masalah, bahkan orang lain mau tahu tidak bukan menjadi soal ini adalah tugas saya ini yang saya maksud perbuatan tampa pamrih.
Kaya kita kalau sudah usalli fardol makribi rakatain ilahi taala bahwa ini, bahwa 17 rakaat ini rukun dan sujud ini hanya karena Allah, mertua atau tidak bukan menjadi masalah , bahkan orang lain mau tahu atau tidak, tidak menjadi soal , ada cewek mau memuji atau tidak, tidak menjadi soal yang ini saya kerjakan ini menjadi kewajiban karena Allah taalah. Keihlasan saudara saya tidak sanggup bayangan kalau setiap kita berbuat cuma karena mengejar jasa atau penghargaan.
    Yang akan subur perintah jilat menjilat yang akan makmur laporan ABS laporan asal bapak senang rumah berantakan dibilang beres bangat, sampah berantakan dimana-mana dia licin pak licin. Jikalau penghargaan yang diburuh tanja jasa yang dikejar tidak lagi mau merasakan bahwa itu memang tugasnya. Sehingga budaya jilat menjilat yang bertumpuk laporan ABS itu yang akan berjangkit jadi itu merusak tidak mendidik. Sehingga dengan demikian saudara 17 rokat itu berbuat tampa pamrih. Bukankah orang berkata SAYIDUL KAUMI KHODIMUHUM pemimpin suatu bangsa adalah pelayanan bagi suatu bangsa itu. Pelayan berhidmat melayani bangsa bukan minta dilayani oleh bangsa. Seorang pemimpin yang baik pemimpin yang melayani orang  yang dipimpinnya,
    Bukan minta dilayani SAYIDUL KAUMI KHODIMUHUM kalau itu yang timbul dari keihlasan ini tanggung jawab saya soal ada tanda jasa tau tidak ngak saya cari tapi kalau diberikan Al-hamdullilah, soal ada penghargaan atau tidak ngak menjadi tapi kalau saya menerima karena perbuat saya Alhamdulillah . tapi kalau itu yang  menjadi target utama,  kalau tanda jasa yang menjadi target  utama sama seperti tadi maka mental jilat menjilat pigin laporan asal bak senang lalu lahirlah setan  aku-aku hinayahnya itu timbul semua karena saya kalau ngak saya siapa lagi.
     Nah dari uraian di  atas dapat kita ambil bebrapa kesimpulan.
1.      Isra dan mikraj adalah maunya Allah , kita manusia punya kemauan  Allahpun punya kemauan kalau kemauan kita sesuai dengan kemauan Allah ya jadi kalau tidak ya maunya Allah yang menjadi bukan maunya kita . nah agar mau kita di maui Allah caranya bagaimana mudah saja ikuti apa maunya Allah  nanti  dia akan mengikuti apa mau kita .  kalau kita dekat  tentu fasilitasnya  akan  diberikan  wong kita dekat kepala desa saja dapat fasilitas demikian juga dengan Allah juga adanya . Allah maha kaya dari pada kepala desa . Kan Allah yang memberikan kepada kepala desa kekayaan .  jadi dasar kumonitas yang paling efektif  untuk mendekat dari kepada Allah adalah sholat . sebagai sandaran vartikal kita kepada Allah

2.      kalau kita perhatikan seluruh kejadian yang ada dalam alam ini hanyalah terjadi dua proses.

1. Seluruh kejadian disebut proses Robaniyah yaitu ada dalam alam  ini yang terikat pada hukum kausal hukum sebab akibat kalau begini mesti begitu ini bisa perhitungan , bisa rekaiasa dan bisa ditargetkan dan dapat dianalisis . tapi kalau kejadian yang disebut proses Robaniah kejadian yang terjadi menurut apa maunya Allah . Kejadian ini tidak bisa tunduk kepada manusia  tidak juga tunduk pada hukum kausal.
 Contoh kalau anak kecil menurut logika kita mesti punya ibu , ada bapaknya anak jadi akibat nah inilah yang di sebut proses hukum kausal . Tapi kalau Allah yang mau  tidak mesti Nabi adam tidak ibu , tidak punya bapak tapi kalau mau jadi kejadian tidak bisa diseditkan secara medis. Bagai mana proses kehamilan Siti Maryam padahal dia tidak punya suami  karena Allah mau. Namun yang agak kita sesalkan bahwa di zaman sekarang  gadis-gadis yang hamil tampa suami ini barangkali  muzizatnya  awal abad ke-21.

3.   Api itukan panas api itukan membakar  menurut kita  tapi kalau menurut Allah itu netral, netral bagaimana terserah maunya Allah .panas dan tidak nya bukan untuk Allah akan tetapi untuk kita manusia , akan tetapi untuk manusia sehingga Nabi Ibrahim A.S oleh Raja Namruz  dilemparkan dalam  api tidak seujung rambut kenapa kenapa  sebab pada saa hampir jatuh ke kobaran api  Allah berkata :

Artinya Hai Api dingin lah dan selamatkan nabi Ibrahim. Api tunduk kepada Allah seujung ramputpun tidak terbakar kejadian ini tidak bisa diselidiki secara eksak Nabi Ibrahim  tidak terbakar Saudara ingin buktikan baca  ayat itu  :   

Masuk saudara kedalam api  insyaalah matang ? sebab itu maunya kita bukan Allah mau kita ,  belum tentu Allah Mau , kalau allah mau jadi kalau tidak ya tidak. Mauhnya Allah jadi bukan maunya kita.

4.   Nah saudara bagaimana mungkin bangsa kita bisa merdeka padahal  tidak tidak mempunyai persenjataan yang lengkap koh bisa ya karena Allah ? sehingga dengan demikian hal ini di ungkapkan dalam mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 disama  jelas dan tertulis dengan berkat Rahmat Allah yang maha kuasa. Artinya jikau kalimat ini renungkan dan kita hayati dengan sebaik-baiknya baha kemerdekaan ini hanya dirtaih, hanya bisa dilaksanakan  dengan rahmat Allah Tampa Rahmat  dari Allah SWT maka kemerdekaan ini sulit untuk dirainya  lalu apa kaitannya ? jenderal mana yang mau taruhan, atau ahli strategis militer mau taruhan seperti itu bahwa bambu runcing bisa mengkalahkan meriam. Dizaman orang kita dulu perjuang merebut menerdekaan ini dengan persenjataan yang teramat sederhana. Sekali bambu runcin jenderal mana  yang mau tahunatau ahli strategi militer mau  taruhan  bahwa bambu runcin bisa mengalahkan meriam ya kalau meriam ………………. Yakin bapak-bapak pun mau tapi bukan meriam benaran , meriam belanda. Jenderal mau mengalahkan tentara-tentara yang profesional yang terlatih dengan seperti tentara Belanda  kalau dengan Rahmat Allah . Artinya pahlwan kita  tidak selurh tapi sebagian besar  ummat Islam para tokoh-tokoh ulama, para kiyai.  Mereka tidak hanya berggerliyah naik gunung turun bukit, tidak hanya bergerilyah masuk hutang keluar hutuang membawah bambu runcin golok dan lain sebagainya tapi merekapun menggunakan 17 rakaat itu sebagai media untuk memohon sehingga kemerdekaan ini bisa raihnya. Dan jangan kita lupakan dan ini m,erupakan data Historis  dalam sejarah pergerakan  bangsa kita. Negara kita aman tidak lain adalah karena kita adalah satu bangsa yang merdeka yang tidak lain dijajah oleh bangsa lain.
Alangkah nikmatnya menjadi bangsa yang merdeka. Kita tidak lagi kejar rasa takut dan khawatir, tidak lagi dihantui perasaan rasa dan gelisah, namun sungguh tidak boleh kita lupakan  bahkan harus , harus kita ingat sebaik-baiknya. Bahkan kemerdekaan yang kita kecap dan kita nikmati sekarang ini bukan merupakan hadiah dari pada bangsa Belanda, bukanlah merupakan hadiah dari pada bangsa Jepang tidak juga kemerdekaan itu turun dari langit laksana turunnya sang embun di waktu bagi, tidak juga kemerdekaan  itu turun muncul bermukaan dengan  berkat simsalabin abarak dabrak .
    Kemerdekan yang kita kecap dan kita nikamti dan rasa sekarang ini adalah di tegahkan diatas untaian air dan cucuran keringat dan kenangan darah. Bahkan pengorbanan nyawa  para pahlawan bangsa  bangsa kita.
    Yang kalau  sendiri kadang-kadang tidak sempat menikmatinya kemerdekaan itu adalah untuk  mereka berurai air mata, adalah untuk mereka mencucurkan keringat, untuk kita mereka berjuang mengorbangkan segalanya untuk kita dan untuk  kemerdekaan yang rasakan sekarang ini mereka mengorbangan nyawa  yang cuma satu-satunya. Dan mereka tidak sempat menikmati, oleh karena itu  mari kita menjaga mensyukur nikmat kemerdekaan ini dengan memelihara dan mengisi seperti  sekarang kita galahkan diperbagai bidang kehidupan.

4.  Otoritas intelektualitas perlu tapi mampu mengtargetkan. Beberapa yang lalu direktorat vokanologi ini sibuk mengawasi dua gunung  berapi di jawa yang dianggap sangat perbahaya kelas satu. Yang setiap saat akan meluets. Pagi siang sore malam diawasi. Gunung merapi di tengah dan anak krakatu selat Sunda. Kemudian yang terjadi yang tidak diawasi  pun tenang-tenang  saja tidak diawasi malah batuk-batuk gunung galungan meletus macam-macamlah komentarnya.  kata yang di rektorat volkanologi itu karena gejala alam –gejala alam,kata seniman itu karena gejala alam,kata petani oh itu karena akibat dari kecerobohan manusia.   macam macamlah komentarnya. Tapi ada satu hal yang jelas otoritas intelaktual harus sadar akan kelemahan dan keterbatasan jangan kita memuji otak kita. Bagaimana jenisnya sehingga kita lupa kepada yang piging otak, bagaimana jenius otak manusia tentu yang menciptakan lebih jenius ? kita kagum dengan otak manusia tapi kadang kadang kita lupa kepada sang pembuat otak. Isra dan mi’raj adalah proses Rabaniyah bukan proses kauniyah Allah yang mau bukan Nabi Muhammad.

5.   Marilah kita berusaha agar setiap gerak langkah didalam kehidupan dunia ini bernilai ibadah yang sekurang-kurangnya merupakan ucapan-ucapan yang baik, yang menyenangan orang lain,  bukankah namanya ibadah itu  banyak  sholat ibadah , puasa ibadah  haji ibadah menunutut itu juga ibadah  tapi tidak hanya sekadar itu, perubah ucapan-ucapan yang baik yang banyak  menyenangan orang lain yang bernilai pahala.  Ini tidak terlalu sulit dan ini bisa  ucapan di dalam kehidupan sehari-hari.
Begitu penting soal ucapan sampai dalam al-qur’an  Allah menjelaskan :

Bersodaqoh itu pahalanya besar tapi kalau menyakiti hati orang menerima maka lebih omong yang enak-enak saja. Ini termasuk dalam kalimat tahibah ucapan yang banyak diajarkan agama kita didalam kehidupan kita.
6. Marilah kita menjaga stabilitas dari pada kehambaan kita kepada Allah SWT.yang miskin hamba Allah , kaya pun hamba punya pangkat jabatan kaya dan miskin tetapi hamba Allah , dalam bagai mana pun nilai  - nilai kehambaan kita tidak boleh lentur dan luntur oleh karenanya.

7. Isra dan mi’raj adalah sesunguhnya merupakan patuh ujian setelah terjadinya peristiwa israk dan mikraj di atas itu mana lolial mana emas mana batu krikil dan mana mutiara dan mana intan . setelah terjadianya peristiwa israk dan mikraj yang mana beriman makin mantap imanya .yang ragu –ragu malah akan kembali kepada kekapirannya dan kafir malah makin menghebat kekafirannya .
Rombongan pertama yang makin mantap imannya di wakil oleh Abu bakar Asiddik, sehingga ketika banyakyang bertanya kepadanya wahai Abu bakar sahabat mu Muhammad sudah gila ! gila bagaimana ia cerita kepada kami tadi malam katanya dia pergi palestina sekarang sudah lagi di mekah ? betul Muhammad bercerita begitu yah nah kalau bercerita macam kalau betul begitu ya nah saudara kalau Muhammad macam  itu tidak cuma di masjidil agsor palestina tetapi lebih dari itu kalau betul yang cerita saya percaya . makin mantap lah imannya.

  Yang ragu-ragu ada yang malah kembali kepada kekafiran yang kafir malah makin menghebat kekafirannya. Maka Isra dan Miraj adalah merupakan satu ujian bagi manusia yang nyaring merupakan filter , mana umat nabi yang benar-benar yakin dengan imannya mana yang tengah-tengah ,dan mana yang murtat kemudian ingkar kepada nabi . karna itu lewat apapun kejalan hendak seperti nabi Sulaiman SA. Sehingga tegah diberikan kepada beliau kekuasaan ,diberikan ilmu penggetahuan, diberikan kerajaan yang luas serta diberikan harta kekayanan berlimpah ruah beliau hanya berkata:

Semua ini harta dan kekayaan diberikan kepadaku ini hanya lah karunia mu untuk memuji diri ku apakah aku bersyukur karenanya atau malah aku menjadi ingkar karenanya .
    Maka bersyukur lah kita yang hidup di dalam suatu zaman yang jauh dari pada zamannya baginda Rasul kita belum pernah berjumpa dengan beliau , belum pernah melihat derap langkah beliau beruntung lah dari pada mereka yantg langsung melihat wajah nabi ,mereka melihat muzizatmereka dengar nabi  baca wahyu . tetapitidak jugamau beriman m,aka nilai nilai iman ini tidak kita pelihara dan kita syukur akan bergeser di telan segala macam godaan dan cobaan yang akan hadapi dalam perjalananhidup  diantara jagat raya ini .
Saudara begitulah israk dan mikraj dengan segala kejadian yang ada dalamnya sekali lagi itu merupakan dari kelelahan besaran yang dari Allah serta kelemahan dan keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki oleh manusia.
  Maka membicarakan israk dan mikraj artinya merupakan bercemin dalam perjalanan yang luar biasa itu, bercermin apa ?  bahwalah pengetahuan manusia dia sudah melonglong ke ruang angkasa tapi itu hanya terbatas  pada alam fisikal  itu masih sedikit belum menyeberangi alam metafisika, belum ia menyeberangi alam gaib. Kekayaan apalah artinya kekayaan manusia ini. Jabatan barang kali  kita semua sadar pangkat dan jabatan yang paling tinggi kan pensiun bahkan jabatan yang paling terakhir adalah Almarhum setiap manusia harus perjalan menuju ke arah itu sehingga tidak terkena apa yang dingatkan Allah :

Manusia mudah lupa diri manakala sedikit mampu, sedikit kaya sudah lupa diri. Cobalah lihat beberapa orang tadinya sudah benar perjuang membela kebenaran tapi ditengah ia berpaling menjadi orang menginjak-injak kebenaran itu sendiri  tetapi beberapa banyak orang tadinya  benar perjuangan menengahkan keadilan  tetapi ditengah jalan ia berpaling menjadi orang justru mau benar sendirian walaupun tidak benar menurut orang lain :




Artinya  apabila manusia ditimba suatu kesusahan ia memohon sambil berdiri, sambil perbaring, sambil duduk. Apabila kami menghilangan kesusuahan itu   dia perjalan berlengah-lengah dengan sombong  seolah ollah dia tidak pernah memanggilkan untuk menghilangan  kesusahan itu .

Saudara hadirin oleh sebab itu lah pada pertemuan kali ini dipuncak kebahagian tidak lain adalah bertemu dengan Allah . walaupun bagaimana kunimatnya masuk surga bila diukur masih lebih nikmat bertemu dengan Allah.nabi puncak perjalanan mi’raj itu bertemu dengan Allah tetapi pertemuan itu di awali dengan berbagai macam cobaan ujian fitnahan sampai diancam hendak dibunuh.yang paling akhir beliau berkenan pertemuanAllah itulah puncak kebahagiaan yang belum pernah diberikan kepada seseorang manusia baik sebelum dansesudah beliau.jadi begitulah pepatah : HABIS GELAP MESKI TERBITLAH TERANG. 

Artinya : Dibalik kesulitan Insya Allah akan menunggu kemudahan , kesusahan bukan untuk di takuti tetapi untuk dicarikan jalan keluarnya, bagaimana cara pemecahannya begitulah romantika perjalanan kehidupan kita di dunia ini.


TUGAS RASUL UNTUK MEMPERBAIKI AKHLAQ

 

Maksud utama dari pada di utusnya baginda Rasul di pentas alam tidak lain adalah untuk memperbaiki akhlak manusia.

14 abad yang lalu disebuah kota kecil yang tidak terdapat dalam peta di situ lahir satu proyek


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     
                                                                  


         
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar