1. HIKMAH ISRA DAN MI’RAJ
pada dasarnya kita manusia ini dalam tiga dimensi waktu yaitu masa lalu masa
sekarang dan masa yang akan datang. Masa katanya adalah kenangan (Memory) masa
sekarang adalah kenyataan dan masa yang akan datang adalah merupakan impian,
khayalan, ataupun cita-cita.
Jadi orang yang baik adalah orang
yang bandai mengambil belajaran masa lalu untuk menentukan sikap hidup pada
hari sekaligus merencanakan hari yang akan datang, sehingga hari ini harus
lebih baik dari pada hari kemarin, dan
hari esok harus lebih baik dari hari
kemarin ini . Maka dalam konteksnya itulah pada pertemuan kali ini kita akan
membicarakan hikmah dari pada Israh dan Mi’raj, Isra dan Mi,raj adalah adalah satu peristiwa yang tidak
kehilangan relevansi untuk kita jadikan
sebagai Ibrah di awal
abad ke – 21 ini.
Nah kalau kita perhatikan hampir setiap dalam kalender islam
sesungguhnya mempunyai nilai sejarah dan kalau kita membicarakan bulan Muharam
kita akan diingatkan oleh peristiwa Hijrah, dan kalau kita bicarakan bulan Ramadhon kita di ingatkan peristiwa
Nuzulul Qur’an atau turunnya Al-qur’an, dan kalau bicarakan bulan syawal kita juga akan
peringatkan Idul Fitri dan kalau kita
bicarakan Rabiul Awal lahirnya junjungan kita, banutankita dan tiba
pada saat nya membicarakan bulan Rajab kita diajak sekaligus mengembara ke Maha
Besaran Allah bersama dengan peristiwa Isra dan Mi’raj.
Sebagai kita maklumi, bersama, Al-qur’an bahwa memang bukan kitab
sejarah , akan tetapi Al-qur’an banyak
menceriterakan peristiwa – persitiwa bersejarah
dan kalau kita telaah gaya
bahasa yang dipergunakan Al-qur’an untuk menceritakan peristiwa bersejarah itupun berbeda-beda antara satu
peristiwa dengan peristiwa yang lainnya.
Sebagai yang kita baca di awal-awal surat
Al-Isra dari ayat yang bertama yang
berikut :
ﺺﻘﻻﺍﺪﺠﺴﻤﻠﺍﻠﺍﻢﺍﺮﺤﻟﺍﺪﺠﺴﻤﻟﺍﻦﻤﻼﻴﻟﻪﺪﺒﻬﺒﻰﺮﺳﺍﻰﺰﻟﺍﻦﺎﺣﺑﺴ
Artinya : Maha
suci Allah yang telah memperjalankan
Hamba nya dari Mesjidil Haram di Mekkah
menuju ke Mesjidil Al-Aqsoh di Palestin..
Marilah kita coba dekati ayat ini
dengan berkalimat untuk memudahkan pengertian
dalam memahami peristiwa Isra dan
Mi’raj . Ayat di mulai dengan kalimatnya kalimat tasbih ﻲﺰﻟﺍﻦﺎﺣﺑﺳ
ini yang disebut kalimat tasbih. Di dalam ilmu
balagho kalimat disebut kalimat Ijaz yaitu kalimat yang isi dan redaksi ringkas akan tetapi isinya padat disitu
tersirat kalimat ﺔﻠﻼﺠﻟﺍﺾﻓﻠ sehingga asli dari kalimat
ini ﻲﺰﻟﺍ ﷲﺍﻦﺎﺣﺑﺳ ini
yang dimaksud dengan kalimat tasbih. Peristiwa-perisriwa persejarah yang
dicerita dalam Al-qur’an akan tetapi
jarang diawali dengan kalimat tasbih sebagaimana Allah SWT memceritakan Nabi Adam AS. Akan tetapi tidak diawali
dengan kalimat tasbih, pun Al-qur’an
menceritakan Fir’aun serta bala
tentaranya di tenggelamkan di lautan merah ini peristiiwa yang maha hebat
tetapi tidak diawali dengan kalimat tasbih. Bila menceritakan kondisi dari umat
- umat yang terdahulu , seperti
Al-qur’an umatnya Sholeh, umat
Hud dan Nuh dan lain sebagainya yang landa banjir gembabumi ditiup angin Taufan
dan lain-lainnya tetapi jarang diawali dengan kalimat tasbih. Saudara – saudara
di diawal Muqqohdimah sudah saya sampaikan bahwa pada pertemuan ini kita akan
membicarakan Hikmah dari Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Lalu apa Hikmah
yang kita ambil kalimat tasbih saudara di dalam ajaran agama kita ibadah itu
bermacam-macam ada ibadah yang berat perlu modal besar ibadah ini orang yang
melaksanakannya ibadag haji butuh modal yang besar. Membangun mesjid perlu
biaya besar umumnya menurut ekonomi
bangsa kita ini badah yang berat perlu modal besar. Lalu ada ibadah berat tapi modalnya ringan. Puasa, puasa itu kan berat bukan memahan haus dan laparnya yang berat
akan tetapi esensi puasa itu sendiri yakni kemampuan untuk mengendalikan diri
ya kita ini kadang – kadang puasa kita ini sedang berpuasa lapar bisa ditahan tapi kadang-kadang nomongi
orang lain tidak bisa terkontrol lagi, dari esesnsi puasa nebgendalikan nafsu. Ibadah yang berat tapi modalnya ringan
, modal yang paling utama adalah niat.
Ini ibadah yang berat modalnya ringan. Lalu ada ibadah yang ringan modalnya
juga ringan apa itu ? agama kita menyebutnya kalimatuh Thoyyibah ucapan –
ucapan yang baik yang banyak diajarkan
dalam kehidupan kita seperti bertemu
teman
Memulai suatu bekerjaan Melihat sesuatu heboh melihat suatu yang lua biasa terkena
musibah
Ini
ibadah yang ringan modalnya ringan. Wong orang tidak wudhu membaca istiqfar,
orang punya udhu membaca sholawat boleh membiasakan ucapan – ucapan yang baik yang
banyak dianjurkan agama di dalam kehidupan . ini hikmah yang kita ambil dari kalimatuh
Thoyyibah tasbih.
Lalu selanjutnya ﺭ
ﺴ ﺍ Maha
suci Allah yang telah memperjalankan. Akan segera nampak dari ayat ini saudara bahwa yang aktif dalam peristiwa Isra dan Mi’raj adalah Allah Nabi Pasif
Allah memperjalankan nabi yang dijalani !
tentu saja beliau dijalankan lalu terima beres namanya juga di jalan dijalanin. Oleh karena itu tidak
heran Baginda Rasul berangkat dari Masidil Haram di Mekkah menuju ke Mesjidil Aqsoh di Palestin, dari Mesjidil Aqsoh di
Palestin naik sampai langit pertama
sampai ketujuh sampai Rof Ruobol Absor sampai dibawah arsy menerima perintah
sholat melakukan kunjungan kesurga dan nereka kemudian kembali lagi alam dunia
tidak memakan waktu lebih dari sepertiga malam koh bisa ya ? kalimat Isra Allah
yang menjalankan kan
Nabi yang di jalani orang kalau dijalani sudag barang tentu terima beres nama juga dijalanin. Andaikan
Baginda Rasul perjalan sendiri ya ! jelas to beliau tidak sangkup menempuh
perjalanan yang demikian jauh dalam waktu yang relatif singat.
Oleh
karena logika didalam memahaminya bukan
menggunakan logika intelektualitas manusia
akan tetapi bagailah logika kemahakuasaan Allah SWT.
Contoh kecil saja pada suatu
hari saya berangkat ke lombok tengah dari Pancor jam 9 saya bukan lemari kemudian saya ambil baju kemudian saya pakai,
saya ngak tahu bahwa di dalam kontong saku ada semut, berangkatlah saya
kelombok Tengah jam 10 setengah sebelas selurus urusan saya kembali lagi ke Pancor
jam 12. Kemudian baju saya buka taruh lagi tempat semula si sang semut
keluar dari kantong saku lalu cerita kepada teman-teman ! saudara –
saudara sebangat semut percayalah saya
baru dari Lombok Tengah kata si temannya
jam berapa enteh jam 9 lalu setengah 12 sudah lagi disini ? temannya yang
berpikir menurut logika semut mana mungkin percaya mesti berkata mana mungkin
mut badanmu begitu kecil langkah pun
begitu lambat masa dari Pancor kelombok
cuma 2 jam dalam perjalanan ? temannya tidak percaya bahwa si semut perjalan
sendiri akan tetapi menenpeng kantong saku saya.
Dahulu juga begitu Abu Lahab,
Abu Jahil serta abu – abu yang lainnya tidak percaya
bahwa memahami peristiwa dengan memggunakan logika intelektualitas manusia ! ya
terang saja tidak percaya. Peristiwa ini
sungguh sangat tidak bisa dicernakan logika intelektualitas manusia padahal kalau kita mau merenunggi sayat
nya tidak terlalu sulit untuk memahami
akan peristiwa Isra dan mi’raj. Bahwa peristiwa Isra dan Mi’raj ini adalah
kehendak Allah bukan kehendak nabi, Allah yang mau bukan Baginda Rasul yang mau.
Selanjutnya kalimat
Maha suci Allah yang telah memperjalankan Hambahnya.Kenapa si
Allah tidak menggunakan kalimat langsung misalnya Allah bilang
Maha
suci Allah yang telah memperjalankan pegitu saja ? Kenapa Allah tidak memggunakan kalimat langsun seperti itu ?
Nah dalam kata-kata ini kita ambil dua data :
1. Data bertama kalimat ini
menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Isra
Mi’raj dengan Roh dan jasad. Sebab kalau orang
dipanggil kalau punya roh dan jasad, jasad tanpa roh namanya mayat. Roh
tanpa jasad bukan tayangan mungkin juga
gocong. Oleh karena itu kalimat ini sudah menjadi jawaban Isra dan Mi’raj bahwa terjadi dengan
roh dan jasad dalam badan.
2. Nabi Muhammad itu oleh Allah
betul-betul telah diakui sebagai
hambanya sehingga dipanggil hamba dalam
ayat, mungkin disini saudara bertanya
koh cuma urusan begitu saja sudah diakui sebagai hamba Allah ! apa kita ini bukan hamba Allah
? Ya ! tentu saja kita ini hamba Allah kata siap kata namanya ngaku kalau orang
mengaku sebagai hamba ya boleh-boleh
saja rapi apak diakui atau tidak itu
yang menjadi masalah, saya bisa berkata bahwa saya kenal presiden yang menjadi masalah apakah presiden juga
mengenal saya atau tidak atau dengan kata lain
kalau kata – kata hamba Allah
yang keluar dari mulut manusia itu murah ? murah bagaimana ? itu sebagai
pengakuan tapi kalimat yang keluar dari
Allah itu mahal. Maksudnya beberapa
banyak orang yang mengaku saya sebagai
hamba Allah akan tetapi perbuatan membuktikan bahwa dia hamba dunia, hamba nafsu budak
pangkat jabatan dan sebagainya.. tidak sesuai dengan berkataan dan perbuatan.
Nah
dalam kalimat ini kita ambil hikmah
sekali kita menghambakan kepada Allah jangan menghambakan kepada yang selain
Allah, sebab kalimat sahadat yang kita ucapkan ini mepunyai konsekwensi
kalau kita berucap :
Saya
bersaksi tiada tuhan lain selain Allah
SWT. ini berarti saya tidak akan menembah kecuali hanya kepada Allah, saya
tidak akan pernah takut kecuali hanya kepada Allah, saya tidak akan pernah
minta kecuali hanya kepada Allah, saya tidak akan menyembah Tuhan lain kecuali hanya kepada Allah SWT.
konsekwensi yang logis tidak sekedar kita ? sekali kita menjadi hamba Allah
jangan menghambakan yang selain Allah.
Adapun Nabi sebelum dipanggil
dalam ayat ini kita baca dari
sejarah tahun-tahun dipanggil . tahun Amul Kuzni dalam
sejarah itu tahun duka cita beliau ditinggal oleh paman Tercinta Abu Thalib
setelah paman istri tercinta Siti Khadijah. Wafatnya kedua pelindung Nabi ini,
nilah yeng menyebabkan gangguan dari kafir Qurasyi semakin dari hari kehari
Nabi dicaci maki, dihina dicomohkan bahwkan ancam hendak akan dibunuh lulus
beliau menghadapi demikian itu sehingga
panggilan seolah-olah
Allah berkata oh Nabi Muhammad itu betul - betul hambaku dia tidak pernah
tergeser dari nili kehambahan kepadaku.
Nah
dalam aya ini kita paham bahwa Isra merupakan perjalanan
Nabi dari Masjil Haram di Mekkah menuju
ke Mesjil Aqso di Palestin. Miraj adalah merupakan perjalanan Nabi dai Mesjidil
Aqsoh di Palestin kemudian naik menghadapi kehadirat Allah semata-mata
peristiwa ini terjadi menurut apa maunya Allah. Lalu kemudian apa tujuan dari
pada Isra dan Miraj itu yang pada hakekatnya hanya Allah yang
maha Tahu tapi dipenghujung ayat kita akan menemukan kalimat yang mengatakan Seluruh
perjalanan yang ajaib yang
semenjak berangkat sampai kembali hanya Untuk
kami perlihatkan kepada Nabi Muhammad
iru sebagian kecil dari tanda –
tanda kebesaranku untuk disampaikan kepada umatnya sekaligus merupakan bahan
intropeksi di dalam menjalani kehidupan
ini. Seluruh perjalanan yang dilihat
oleh Baginda Rasul, seluruh pemandangan yang ditemu dalam perjalanan itu
merupakan sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaran Allah itu merupakan tamsil,
contoh belajaran buat kira yang hidup zaman sekarang ini.
Misalnya
di dalam perjalanan Baginda Rasul
melihat ada yang mencakar-cakr mukua
dengan kukuhnya, kemudian beliau pertanya
? Zibril iru macam apa ! Zibril yang pada waktu pertugas sebagai bodijas itu
contoh. dari ummat Muhammad orang-orang
yang suka menjelek – jelekan saudaranya
sendiri, sesama muslim adalah bersaudara
seperti satu tubuh jikalau yyang satu
sakit otomatis yang lainnya ikut merasakan sakit. Jikalau yang satu
terinjak yang lain akan ikut merasakan
sakitnya. Ibu jari tersandung batu mutup akan berkata aduh, air mata pun akan
ikut membasahi pipi kepala pun ikut pusing dan itu tanpa menunggu undangan.
Sehingga orang menjelek-menjelekan
saudaranya sendiri. Ibu kata pepatah mengatakan : menyebuk air di dulang
terbersik kemuka sendiri.
Kalau beliau melihat juga ada
orang yang dipotong lidahnya, kata Malaikat Zibril itu umatmu orang-orang yang suka mengumbat
kepada pembuat fitnah, tukang piking gosib menjelek-jelekan orang lain maka
lidah mereka akan dipotong sedemikian rubah. Kemudian ditempat lain
beliau juga di dalam perjalanan ada
orang yang memikul kayu yang dudah cukup berat renget-renget yang membawa beban
yang sungguh berat, tapi aneh nya malah
sudah cukup berat bukan
dikurangi namun ditambahi makin
berat makin ditambah sampai Nabi heran kemudian lalu bertanya apa lagi ini !
Zibril hai Muhammad itu tamsil dari
umat orang-orang yang sudah dipercaya
untuk memikul amanat’ akan tetapi amanat itu belum disampaikan sudah menrima jabatan lain yang pada akhirnya
bertumbuk- tumbuk dipundaknya amanat-amanat yang harus disampaikan. Orang yang banyak jabatan akan
tetapi kemudian tidak mampu
melakasanakan tugas. Orang yang dalam
menerima suatu pekerjaan tidak pernah mengukur batas kemampuan yang
dimilikinya.
Kemudian apa tujuan dari pada
isra dan miraj itu disamping memperlihatkan sebagian kecil dari tanda-tanda
kebesaran Allah. Disamping menerima perintah Sholat. Saudara ? dari segi
menerima saja sudah istimewah sekali coba kita lihat Allah perintahkan kita
puasa cuku turun ayat.
Hai orang – orang beriman
diwajikan kamu berpuasa Allah perintahkan orang – orang yang mampu untuk
melaksanakan ibadah haji cukup turun
ayat
Allah perintah kita untuk berbakti kepada orang
tua cukup turun ayat, Allah
perintah kita tunaikan zakat cuku turun
ayat
Tetapi
kalau kita sholat tidak cuma turun ayat akan tetapi Nabinya yang langsung
dibannggil, dari sini sudah istimewah. Benar kalau kata Nabi :
Kedudukan sholat di
dalam dalam agama sama dengan kedudukan kepala dalam anggota badan manusia .
Saya
yakin dan percaya bahwa manusia tidak punya tangan barangkali masih bisa hidup,
bahwa manusia tidak punyai sebelah telingga barangkali masih bisa hidup, ya
kalau manusia tidak punya sebelah kaki barang masih bisa hidup. Tetapi
jikalau manusia tidak punya kepala umpama masih bisa hidup ini barangkali tuleng
dia keturunan buntilanak kali ?. pegitulah kedudukan sholat di dalam agama.
Pelapa penting sholat sampai Allah memanggil Baginda Rasullullah Shollahu
Alaiwasam.
Apa
si perlunya sholat tidak untuk mengembirakan Allah se-Lombok tidak ada yang mau sholat Allah tidak akan turun dari jabatan Tuhan koh
! jangan lagi kalau kita berpikir ho
barangkali di pancor ini
tidak ada yang sholat Allah rugi ? Tak usahlah di Pancor ini seisi
dunia tidak ada yang mau sholat Allah tetapi Allah. Sebab dia menjadi Allah
tidak adan ketergantungnya kepada
makhluk yang bernama manusia ini, dia tidak pernah mengambil manfaat dari
manusia dari perbuatan manusia . sholat
yang diperintahkan kepada kita umat
manusia ini yang manfaatnya bukan untuk Allah, akan tetapi kembali kepada yang mendirikan sholat itu.
Apa si manfaat sholat di dalam kehidupan ini untuk menjawab manfaatnya sholat ? coba kita lihat aya yang diperintahkan
kepada oleh Allah selalu di mulai dengan
:
bukan :
mesti
mendirikan sholat bukan mengerjakan
sholat. Apa artinya mengerjakan Pak ?
kalau mendirikan sholat artinya
mengerjakan sholat dengan baik menurut syaratnya. Kalau soal mengerjakan ya asal sekedar gugur kewajiban. Kadang –
kadang keluar sholat jum’at nukar sandal yang tukang khotib berpesan
saudara-saudara ambil yang baik tinggalkan yang buruk. Lalu keluar langsung
praktek “pergi pakai samdal jebit pulang pakai sandal berkulit” . orang itu
dapat di lihat sekedar memngerjakan
sholat tapi belum mendirikan sholat. Apa
pengertian mendirikan sholat yang
artinya mengerjakan sholat dengan baik menurut syarat dan rukunnya, setelah
sholat ajaran sholat diterjemahkan
diluar sholat itu yang artinya mendirikan sholat. Jadi ada istimror
kontinyutas kesenambungan karang orang
sekarang . pada wasktu dia mengerjakan sholat kelihatan khususnya setelah
sholat kembali ketempat tugas , kembali kemasyarakat ajaran sholat
diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari baik pribadi bermasyarakat sampai
kehidupan berbangsa dan bernegara. Nah saudara ? apa ajaran sholat yang harus
diterjemahkan di dalam kehidupan yang
artinya merupakan manfat dari pada sholat :
1. Sholat
mengajarkan kepada yaitu salah satu
sifat yang disebut Atawadu renda hari, rendah hati bagaimana anggota badan yang paling kita hormati adalah
kepala . di dalam pergaulan kita
sering bergurau dengan teman tangan kita dibukul senyum kita, punggung kita kita ditebuk masih
senyum kita tetapi kalau kepala kita dibukul
marah kita. Tapi kalau kepala yang pegini kita hormati manakalah sujud dihadapan Allah sama
rendahnya dengan telabak kaki kita. Sebab almukkarum kedudukan
dikepala. Allah Akbar setelah sholat
kembali ketengah-tengah masyarakat sifat sombongnya hilang ini saya maksud
mendirikan sholat. Sebab dia tahu orang yang sombong itu Allah tidak senang
Ilblis di usir dari surga itu kan
sombong, cuma sombong saja diusir dari surga
disuruh sujud kepada Nabi Adam tidak mau kata Allah kenapa kamu tidak
mau kan perintah ku kata Allah ! dengan lantang dia menjawab wahai Allah saya kan diciptakan dari Api
sedangkan Adam diciptakan dari tanah unsur api lebih mulia dari pada tanah masa
saya harus sujud kepada nabi Adam yang
baru kemarin gengsih ah ? kata Allah kau
sombong Iblis surga bukan buat orang
somboh sepertim u iblis keluar, keluar iblis di usir dari surga. Jadi sudah
disurga saja diusir apa tah lagi kita yang masih dunia fana ini. Dalam segela bentuk hendaknya
jangan sombong sebab sombong Allah tidak senang. “ Tidak mentang – mentang jadi
kiyai ustadz punya ilmu agama
tepuk-tepuking dada neh saya
satu-satunya ustadz disini semua orang mesti ngaji sama saya kalau tidak ngaji sama Islam kurang tapi sah. Sombong harta
juga demikian Allah tidak senang, sombong kedudukan pangkat dan jabatan juga
Allah tidak senang jadi wajar-wajar sajalah di dalam kita menjalani khidupan
ini. Orang Tawadu sadar akan
kedudukannya di dalam Allah SWT. Malah
sebaliknya bisa kita bisa lihat di dalam kehidupan. Kekuasaan tambah sikap
tawadu yang biasaanya akan melahirkan fir’aun - fir’aun gaya
zaman sekarang, kekayaan tambah sikap tawadu biasanya akan muncul
qorun-qorun di zaman kita sekarang. Kecantikan
tambah sikap tawadu biasanya akan
mendatang bencana di dalam kehidupan . ini bisa kita baca dalam sejarah
perjalan peradaban manusia. Kalau kekuasaanya yang lepas dari sikap Tawadu,
terlepas dari 17, kekuasaan yang tidak berakar pada sikap tawadu rendah hati
ini akan melahirkan fir’aun – fir’aun gaya
baru. Sedangkan fir’aun adalah cocok dari fikur
di mana kekuasaanya terlepas dari
kontrol Iman, kekuasaannya terlepas dari 17 rakat dan pribadi fir’aun selalu
berkembang tiap zaman dan tiap negara. Ditiap negara ada fir’aunnya dalam arti
untuk mewarisi sikap dan watak dari fir’aunisme itu tadi. Ditiap negara ada fir’aunnya katakanlah kalau di Mesir
fir’aunnya adalah Ranses Parau Ranses, di Uni Soviet Fir’aunnya adalah Stalin barangkali, diJerman Adolf Hitler
barangkali di Italia Fir’aunnya adalah Penentu Musalini barang kali dan
Filipina Frenandina Marcusbarangkali. Di
Indonesia tidak ada Fir’aunnya. Ini adalah cocok dari figur dimana kekuasaan
terlepas dari sikap tawadhu dan membuat manusia
bisa lupa diri dan lupa daratan. Ini bisa kita bayangkan kalau kekuasaan
jatuh kepada para pelaksana pembangunan
yang tidak Tawadhu akan tidak kesewenangan – wenangan sikap so mau benar
sendiri keras kepala tidak
mendenganrkan pendapat orang lain
neyaris apa katanya itulah hukum. Nah kalau sudah pegitu kejadiannya maka
lahirlah fir’aun-fir’aun kaya baru. Pegitu kekayaan tanpa sikap tawadhu akan melahirkan qorun-qorun
dizaman sekarang. Saudara tentu tahu qorun adalah orang terkaya dizaman bahulah dizaman bani Isral sampai kunci
gudangnya saja diangkat oleh untuk entah beberapa banyak isi gudangnya sehingga
ketiga orang pada tanya : dari mana
harta kau dapatkan sedemikian
banyak dia menjawab hartaku adalah usaha
ku tidak hubungan dengan dengan
tuhan ataupun hantu. Ini jawaban dari
orang kaya tidak lagi dikontrol 0leh 17 rakat. Ia merasa bahwa harta hasil
jujuran keringatnya sendiri dan memang benar tapi dia menyampingkan Allah dan
tidak mensyukur nikmat yang diberikan kepadanya. Tidak menyadari bahwa harta
adalah suatu titipan Al Mahal Jilzailun kata Iman Ghajali
harta adalah bagaikan bayangkan, kalau di bagi hari dia berada disebelah barat,
dan di sian hari dia berada
ditengah-tengahkita apabila sore hari dia berada disebelat timur.
Begitulah kekayaan ini ibarat roda berputar sili perganti suatu saat dia naik
keatas dan suatu saat dia akan turun kebawah. Tidak selama orang itu kaya dan
selamanya dia pandai pintar dan sebagainya.
2. 17 Rakat yang telah
diajarkan bagaimana seorang muslim mengatur waktu. Disiplin karena pendekatan
yang rutun kepada yang Serba Maha.ini efeknya merasakan kehadiran Allah dekat
dalam hidupnya ini sudah bersumber dari segala disiplin. Tidak sejengkal
tanahpun kita melarikan penlewengan kenapa karena dia merasakan kehadiran Alla
dekat dalam hidupnya.
Konon ada seorang ulama Sufi yang mempunyai empat
puluh murid diantara empat murid itu
salah satu yang paling disayang ketimbang yang lain. Ini tentu akan menimbulkan
tanda tanya di kalangan murid yang
lainnya.
Protes guru 40 murid tuan guru kenapa yang kelihatan
yang satu yang mendapat prilaku yang istimewah guru tidak adil ? Kamu mau tahu
tentu ! baik besok bagi-bagi kamu kumpul disini. Besok bagi – bagi ke 40 murid
ini termasuk murid yang mendapat prilaku yang istimewah tiap-tiap murid
diberikan sebilah pisau seekor burung, lalu gurunya berpesan kepada murid-murid
masing-masing kamu berteparanglah cari
tempat yang lain untuk menyembeli burung ini dengan pisau ini. Baik !Nepatlag
si murid-murid ada yang masuk kepinggiran pantai lihat kiri kanan kira-kira
tidak ada yang melihat potong , ada yang ke padan ilalang nengkok kiri kanan
tidak ada yang melihat potong ada lagi yang masuk ke gua-gua kira-kira aman sikat lalu ada nai ke puncak
gunung yang tinggi, dalam dasar bumi, diangkasa luar kira-kira aman tak lama
mereka berkumpul kembali lagi Tuan
guru pertanya kamu sudah sembeli burung sudah itu sudah guru.
Kecuali yang satu yang mendapatkan perilaku yang
istimewah maaf kan saya guru ? saya yang burung belum
sembeli guru , tadi guru berpesan
bahwa burunya harus disembeli di tempat yang kira-kira tidak ada yang melihat
guru, tapi saya cari tempat itu guru ?
tapi dimana saya pergi kemana saya berada dibinggir pantai, dipadan
ilalang di gua dipuncak gunung tinggi
dipedalaman dasar bumi, dipelantaraan samudara, diangkasa luar entoh Allah tetapi melihat saya sang lalu bilang
kepada murid-murid yang lain, nah mungkin
kalian bisa paham mengapa dia mendapat perilaku yang istimewah
karena dia mempunyai disiplin, karena merasakan kehadiran Allah dekat dalam
hidupnya. Bukan disiplin kucing namanya juga kucing nongkrong kita disitu dekat
piring. Begitu kita tidak ada kucing kelihatan sifat aslinya. Selama yang
mengawas itu masing ada apa tah lagi , apa lagi kalau yang ngawasi sama seperti
tutup pintu tapi buka jendela. Saudara
oleh karena sumber pengawasan
yang paling utama disiplin yang murni sesungguh adalah mana kala seseorang
apabila sudah merasakan kehadiran Allah dekat dalam hidupnya . dan itu bisa
kita peroleh lewat 5 waktu yang terdiri dari 17 rakat itu dengan pendekatan
yang ruting kepada Allah SWT. Menbentuk manusia tidak mau melakukan
penyelengan.
Kenapa bukan karena
ada tim pengawas bukan karena ada yang diamati oleh mertuanya tidak ,
bukan karena ada tukan bukul yang kumisnya sebesar mis ini . karena ada polisi
yang matang melotot kaya maling tidak ? oleh karena disiplin itu timbul karena
merasakan kehadian Allah dekat dalam hidupnya, ini bukan merupakan domir nurani
pegitulah 17 rakat membentuk manusia yang disiplin.
3. 17 rakat yang
membentuk manusia ikhlas terjemahan di dalam era pembangunan ini apa perbuat
tanpa bamrih tentu pemerintah merangsangan untuk upaya perlombna dan
berprestasi.
Mereka yang berhasil melestarikan
lingkungan hidup dapatlah itu para
samiah purna anugrah katanya boleh-boleh saja nou problem sekedar
perangsang pada titik awal kemauan
perbuat harus dilandasi dengan perasan bahwa ini memang tugasnya keikhlasan
jiwa yang dibentuk oleh 17 rokaat asalnya perbuatan tampa pamrih,ada tanda atau
tidak ada penghargaan atau itu tidak menjadi
masalah, bahkan orang lain mau tahu tidak bukan menjadi soal ini adalah
tugas saya ini yang saya maksud perbuatan tampa pamrih.
Kaya kita kalau sudah usalli fardol makribi rakatain
ilahi taala bahwa ini, bahwa 17 rakaat ini rukun dan sujud ini hanya karena
Allah, mertua atau tidak bukan menjadi masalah , bahkan orang lain mau tahu
atau tidak, tidak menjadi soal , ada cewek mau memuji atau tidak, tidak menjadi
soal yang ini saya kerjakan ini menjadi kewajiban karena Allah taalah.
Keihlasan saudara saya tidak sanggup bayangan kalau setiap kita berbuat cuma
karena mengejar jasa atau penghargaan.
Yang akan
subur perintah jilat menjilat yang akan makmur laporan ABS laporan asal bapak
senang rumah berantakan dibilang beres bangat, sampah berantakan dimana-mana
dia licin pak licin. Jikalau penghargaan yang diburuh tanja jasa yang dikejar
tidak lagi mau merasakan bahwa itu memang tugasnya. Sehingga budaya jilat
menjilat yang bertumpuk laporan ABS itu yang akan berjangkit jadi itu merusak
tidak mendidik. Sehingga dengan demikian saudara 17 rokat itu berbuat tampa pamrih. Bukankah
orang berkata SAYIDUL KAUMI KHODIMUHUM pemimpin suatu bangsa adalah pelayanan
bagi suatu bangsa itu. Pelayan berhidmat melayani bangsa bukan minta dilayani
oleh bangsa. Seorang pemimpin yang baik pemimpin yang melayani orang yang dipimpinnya,
Bukan
minta dilayani SAYIDUL KAUMI KHODIMUHUM kalau itu yang timbul dari keihlasan
ini tanggung jawab saya soal ada tanda jasa tau tidak ngak saya cari tapi kalau
diberikan Al-hamdullilah, soal ada penghargaan atau tidak ngak menjadi tapi
kalau saya menerima karena perbuat saya Alhamdulillah . tapi kalau itu
yang menjadi target utama, kalau tanda jasa yang menjadi target utama sama seperti tadi maka mental jilat
menjilat pigin laporan asal bak senang lalu lahirlah setan aku-aku hinayahnya itu timbul semua karena
saya kalau ngak saya siapa lagi.
Nah dari uraian di atas dapat kita ambil bebrapa kesimpulan.
1.
Isra dan mikraj adalah maunya
Allah , kita manusia punya kemauan
Allahpun punya kemauan kalau kemauan kita sesuai dengan kemauan Allah ya
jadi kalau tidak ya maunya Allah yang menjadi bukan maunya kita . nah agar mau
kita di maui Allah caranya bagaimana mudah saja ikuti apa maunya Allah nanti
dia akan mengikuti apa mau kita .
kalau kita dekat tentu
fasilitasnya akan diberikan
wong kita dekat kepala desa saja dapat fasilitas demikian juga dengan
Allah juga adanya . Allah maha kaya dari pada kepala desa . Kan Allah yang
memberikan kepada kepala desa kekayaan .
jadi dasar kumonitas yang paling efektif
untuk mendekat dari kepada Allah adalah sholat . sebagai sandaran
vartikal kita kepada Allah
2.
kalau kita perhatikan seluruh
kejadian yang ada dalam alam ini hanyalah terjadi dua proses.
1. Seluruh kejadian disebut proses
Robaniyah yaitu ada dalam alam ini yang
terikat pada hukum kausal hukum sebab akibat kalau begini mesti begitu ini bisa
perhitungan , bisa rekaiasa dan bisa ditargetkan dan dapat dianalisis . tapi
kalau kejadian yang disebut proses Robaniah kejadian yang terjadi menurut apa
maunya Allah . Kejadian ini tidak bisa tunduk kepada manusia tidak juga tunduk pada hukum kausal.
Contoh kalau anak kecil menurut logika kita
mesti punya ibu , ada bapaknya anak jadi akibat nah inilah yang di sebut proses
hukum kausal . Tapi kalau Allah yang mau
tidak mesti Nabi adam tidak ibu , tidak punya bapak tapi kalau mau jadi
kejadian tidak bisa diseditkan secara medis. Bagai mana proses kehamilan Siti
Maryam padahal dia tidak punya suami
karena Allah mau. Namun yang agak kita sesalkan bahwa di zaman
sekarang gadis-gadis yang hamil tampa suami ini
barangkali muzizatnya awal abad ke-21.
3.
Api itukan panas api itukan
membakar menurut kita tapi kalau menurut Allah itu netral, netral
bagaimana terserah maunya Allah .panas dan tidak nya bukan untuk Allah akan
tetapi untuk kita manusia , akan tetapi untuk manusia sehingga Nabi Ibrahim A.S
oleh Raja Namruz dilemparkan dalam api tidak seujung rambut kenapa kenapa sebab pada saa hampir jatuh ke kobaran
api Allah berkata :
Artinya Hai Api dingin lah dan selamatkan nabi Ibrahim.
Api tunduk kepada Allah seujung ramputpun tidak terbakar kejadian ini tidak
bisa diselidiki secara eksak Nabi Ibrahim
tidak terbakar Saudara ingin buktikan baca ayat itu
:
Masuk saudara kedalam api insyaalah matang ? sebab itu maunya kita
bukan Allah mau kita , belum tentu Allah
Mau , kalau allah mau jadi kalau tidak ya tidak. Mauhnya Allah jadi bukan
maunya kita.
4.
Nah saudara bagaimana mungkin
bangsa kita bisa merdeka padahal tidak
tidak mempunyai persenjataan yang lengkap koh bisa ya karena Allah ? sehingga
dengan demikian hal ini di ungkapkan dalam mukadimah Undang-Undang Dasar 1945
disama jelas dan tertulis dengan berkat
Rahmat Allah yang maha kuasa. Artinya jikau kalimat ini renungkan dan kita hayati
dengan sebaik-baiknya baha kemerdekaan ini hanya dirtaih, hanya bisa
dilaksanakan dengan rahmat Allah Tampa
Rahmat dari Allah SWT maka kemerdekaan
ini sulit untuk dirainya lalu apa
kaitannya ? jenderal mana yang mau taruhan, atau ahli strategis militer mau
taruhan seperti itu bahwa bambu runcing bisa mengkalahkan meriam. Dizaman orang
kita dulu perjuang merebut menerdekaan ini dengan persenjataan yang teramat
sederhana. Sekali bambu runcin jenderal mana
yang mau tahunatau ahli strategi militer mau taruhan
bahwa bambu runcin bisa mengalahkan meriam ya kalau meriam ………………. Yakin
bapak-bapak pun mau tapi bukan meriam benaran , meriam belanda. Jenderal mau
mengalahkan tentara-tentara yang profesional yang terlatih dengan seperti
tentara Belanda kalau dengan Rahmat
Allah . Artinya pahlwan kita tidak
selurh tapi sebagian besar ummat Islam
para tokoh-tokoh ulama, para kiyai.
Mereka tidak hanya berggerliyah naik gunung turun bukit, tidak hanya
bergerilyah masuk hutang keluar hutuang membawah bambu runcin golok dan lain
sebagainya tapi merekapun menggunakan 17 rakaat itu sebagai media untuk memohon
sehingga kemerdekaan ini bisa raihnya. Dan jangan kita lupakan dan ini
m,erupakan data Historis dalam sejarah
pergerakan bangsa kita. Negara kita aman
tidak lain adalah karena kita adalah satu bangsa yang merdeka yang tidak lain
dijajah oleh bangsa lain.
Alangkah nikmatnya menjadi bangsa yang merdeka. Kita
tidak lagi kejar rasa takut dan khawatir, tidak lagi dihantui perasaan rasa dan
gelisah, namun sungguh tidak boleh kita lupakan
bahkan harus , harus kita ingat sebaik-baiknya. Bahkan kemerdekaan yang
kita kecap dan kita nikmati sekarang ini bukan merupakan hadiah dari pada
bangsa Belanda, bukanlah merupakan hadiah dari pada bangsa Jepang tidak juga
kemerdekaan itu turun dari langit laksana turunnya sang embun di waktu bagi,
tidak juga kemerdekaan itu turun muncul
bermukaan dengan berkat simsalabin
abarak dabrak .
Kemerdekan yang
kita kecap dan kita nikamti dan rasa sekarang ini adalah di tegahkan diatas untaian
air dan cucuran keringat dan kenangan darah. Bahkan pengorbanan nyawa para pahlawan bangsa bangsa kita.
Yang kalau sendiri kadang-kadang tidak sempat
menikmatinya kemerdekaan itu adalah untuk
mereka berurai air mata, adalah untuk mereka mencucurkan keringat, untuk
kita mereka berjuang mengorbangkan segalanya untuk kita dan untuk kemerdekaan yang rasakan sekarang ini mereka
mengorbangan nyawa yang cuma
satu-satunya. Dan mereka tidak sempat menikmati, oleh karena itu mari kita menjaga mensyukur nikmat
kemerdekaan ini dengan memelihara dan mengisi seperti sekarang kita galahkan diperbagai bidang
kehidupan.
4.
Otoritas intelektualitas perlu tapi mampu mengtargetkan. Beberapa yang
lalu direktorat vokanologi ini sibuk mengawasi dua gunung berapi di jawa yang dianggap sangat perbahaya
kelas satu. Yang setiap saat akan meluets. Pagi siang sore malam diawasi.
Gunung merapi di tengah dan anak krakatu selat Sunda. Kemudian yang terjadi
yang tidak diawasi pun tenang-tenang saja tidak diawasi malah batuk-batuk gunung
galungan meletus macam-macamlah komentarnya.
kata yang di rektorat volkanologi itu karena gejala alam –gejala
alam,kata seniman itu karena gejala alam,kata petani oh itu karena akibat dari
kecerobohan manusia. macam macamlah
komentarnya. Tapi ada satu hal yang jelas otoritas intelaktual harus sadar akan
kelemahan dan keterbatasan jangan kita memuji otak kita. Bagaimana jenisnya
sehingga kita lupa kepada yang piging otak, bagaimana jenius otak manusia tentu
yang menciptakan lebih jenius ? kita kagum dengan otak manusia tapi kadang
kadang kita lupa kepada sang pembuat otak. Isra dan mi’raj adalah proses
Rabaniyah bukan proses kauniyah Allah yang mau bukan Nabi Muhammad.
5.
Marilah kita berusaha agar
setiap gerak langkah didalam kehidupan dunia ini bernilai ibadah yang
sekurang-kurangnya merupakan ucapan-ucapan yang baik, yang menyenangan orang
lain, bukankah namanya ibadah itu banyak
sholat ibadah , puasa ibadah haji
ibadah menunutut itu juga ibadah tapi
tidak hanya sekadar itu, perubah ucapan-ucapan yang baik yang banyak menyenangan orang lain yang bernilai
pahala. Ini tidak terlalu sulit dan ini
bisa ucapan di dalam kehidupan
sehari-hari.
Begitu penting soal ucapan sampai dalam al-qur’an Allah menjelaskan :
Bersodaqoh itu pahalanya besar tapi kalau menyakiti hati
orang menerima maka lebih omong yang enak-enak saja. Ini termasuk dalam kalimat
tahibah ucapan yang banyak diajarkan agama kita didalam kehidupan kita.
6. Marilah kita menjaga stabilitas
dari pada kehambaan kita kepada Allah SWT.yang miskin hamba Allah , kaya pun
hamba punya pangkat jabatan kaya dan miskin tetapi hamba Allah , dalam bagai
mana pun nilai - nilai kehambaan kita
tidak boleh lentur dan luntur oleh karenanya.
7. Isra dan mi’raj adalah
sesunguhnya merupakan patuh ujian setelah terjadinya peristiwa israk dan mikraj
di atas itu mana lolial mana emas mana batu krikil dan mana mutiara dan mana
intan . setelah terjadianya peristiwa israk dan mikraj yang mana beriman makin
mantap imanya .yang ragu –ragu malah akan kembali kepada kekapirannya dan kafir
malah makin menghebat kekafirannya .
Rombongan pertama yang makin mantap imannya di wakil
oleh Abu bakar Asiddik, sehingga ketika banyakyang bertanya kepadanya wahai Abu
bakar sahabat mu Muhammad sudah gila ! gila bagaimana ia cerita kepada kami
tadi malam katanya dia pergi palestina sekarang sudah lagi di mekah ? betul
Muhammad bercerita begitu yah nah kalau bercerita macam kalau betul begitu ya
nah saudara kalau Muhammad macam itu
tidak cuma di masjidil agsor palestina tetapi lebih dari itu kalau betul yang
cerita saya percaya . makin mantap lah imannya.
Yang ragu-ragu
ada yang malah kembali kepada kekafiran yang kafir malah makin menghebat
kekafirannya. Maka Isra dan Miraj adalah merupakan satu ujian bagi manusia yang
nyaring merupakan filter , mana umat nabi yang benar-benar yakin dengan imannya
mana yang tengah-tengah ,dan mana yang murtat kemudian ingkar kepada nabi .
karna itu lewat apapun kejalan hendak seperti nabi Sulaiman SA. Sehingga tegah
diberikan kepada beliau kekuasaan ,diberikan ilmu penggetahuan, diberikan
kerajaan yang luas serta diberikan harta kekayanan berlimpah ruah beliau hanya
berkata:
Semua ini harta dan kekayaan diberikan kepadaku ini
hanya lah karunia mu untuk memuji diri ku apakah aku bersyukur karenanya atau
malah aku menjadi ingkar karenanya .
Maka bersyukur
lah kita yang hidup di dalam suatu zaman yang jauh dari pada zamannya baginda
Rasul kita belum pernah berjumpa dengan beliau , belum pernah melihat derap
langkah beliau beruntung lah dari pada mereka yantg langsung melihat wajah nabi
,mereka melihat muzizatmereka dengar nabi
baca wahyu . tetapitidak jugamau beriman m,aka nilai nilai iman ini
tidak kita pelihara dan kita syukur akan bergeser di telan segala macam godaan
dan cobaan yang akan hadapi dalam perjalananhidup diantara jagat raya ini .
Saudara begitulah israk dan mikraj dengan segala
kejadian yang ada dalamnya sekali lagi itu merupakan dari kelelahan besaran
yang dari Allah serta kelemahan dan keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki
oleh manusia.
Maka
membicarakan israk dan mikraj artinya merupakan bercemin dalam perjalanan yang
luar biasa itu, bercermin apa ? bahwalah
pengetahuan manusia dia sudah melonglong ke ruang angkasa tapi itu hanya
terbatas pada alam fisikal itu masih sedikit belum menyeberangi alam
metafisika, belum ia menyeberangi alam gaib. Kekayaan apalah artinya kekayaan
manusia ini. Jabatan barang kali kita
semua sadar pangkat dan jabatan yang paling tinggi kan pensiun bahkan jabatan
yang paling terakhir adalah Almarhum setiap manusia harus perjalan menuju ke
arah itu sehingga tidak terkena apa yang dingatkan Allah :
Manusia mudah lupa diri manakala sedikit mampu, sedikit
kaya sudah lupa diri. Cobalah lihat beberapa orang tadinya sudah benar perjuang
membela kebenaran tapi ditengah ia berpaling menjadi orang menginjak-injak
kebenaran itu sendiri tetapi beberapa
banyak orang tadinya benar perjuangan
menengahkan keadilan tetapi ditengah
jalan ia berpaling menjadi orang justru mau benar sendirian walaupun tidak
benar menurut orang lain :
Artinya apabila
manusia ditimba suatu kesusahan ia memohon sambil berdiri, sambil perbaring,
sambil duduk. Apabila kami menghilangan kesusuahan itu dia perjalan berlengah-lengah dengan
sombong seolah ollah dia tidak pernah
memanggilkan untuk menghilangan
kesusahan itu .
Saudara hadirin oleh sebab itu lah pada pertemuan kali
ini dipuncak kebahagian tidak lain adalah bertemu dengan Allah . walaupun
bagaimana kunimatnya masuk surga bila diukur masih lebih nikmat bertemu dengan
Allah.nabi puncak perjalanan mi’raj itu bertemu dengan Allah tetapi pertemuan
itu di awali dengan berbagai macam cobaan ujian fitnahan sampai diancam hendak
dibunuh.yang paling akhir beliau berkenan pertemuanAllah itulah puncak
kebahagiaan yang belum pernah diberikan kepada seseorang manusia baik sebelum
dansesudah beliau.jadi begitulah pepatah : HABIS GELAP MESKI TERBITLAH TERANG.
TUGAS RASUL UNTUK MEMPERBAIKI AKHLAQ
Maksud utama dari pada di utusnya baginda Rasul di pentas alam tidak lain adalah untuk memperbaiki akhlak manusia.
14 abad yang lalu disebuah kota kecil yang tidak
terdapat dalam peta di situ lahir satu proyek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar